Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto Kembali Terpilih Pimpin Persambi Solo

nggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, kembali memimpin Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Solo periode 2025-2029.

Finnet Raih 2 Penghargaan, TOP CSR Awards dan TOP Leader on CSR Commitment 2025

PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2025

Jadi Pusat Riset, Tiga Serangkai University Surakarta Resmikan Laboratorium Baru

Universitas Tiga Serangkai atau Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta meresmikan laboratorium riset di kampus setempat, Jl. K.H Samanhudi No.84-86, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (26/6/2025).

Mendikdasmen Buka Jambore Relawan Muhammadiyah-Asyiyah di Karanganyar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ahmad Mu'ti resmi membuka Jambore Relawan Muhammadiyah–Aisyiyah di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Hadiri Rangkaian 1 Sura di Solo, Menteri Fadli Zon: Lestarikan Budaya ke Akarnya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri rangkaian acara menyambut 1 Sura yang merupakan tahun baru Islam dan kalender Jawa di Kota Solo.

Monday, September 21, 2026

Bapas Kelas I Surakarta Ikuti Rapat Koordinasi Kemenimipas Tahun 2026

 Surakarta, 21 September 2026 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara bersama melalui media konferensi video. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai Bapas Kelas I Surakarta dari Aula Bapas Kelas I Surakarta pada Senin (21/9/2026).


Rapat koordinasi tahun 2026 mengusung tema “Dari Evaluasi Menuju Aksi: Wujudkan Kinerja Kemenimipas yang Berkualitas dan Berintegritas.” Dalam kegiatan tersebut, jajaran pegawai Bapas Kelas I Surakarta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib dan penuh perhatian.


Melalui rapat koordinasi tersebut, berbagai arahan dan evaluasi disampaikan sebagai bahan perbaikan dalam pelaksanaan tugas ke depan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi jajaran untuk meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Selain menjadi forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarjajaran. Setiap arahan yang disampaikan diharapkan dapat dipahami dan ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing guna mendukung pelaksanaan tugas yang efektif dan optimal.


Jajaran Bapas Kelas I Surakarta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Pelaksanaan rapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif hingga kegiatan selesai.


Melalui Rapat Koordinasi Kemenimipas Tahun 2026, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas dengan mengedepankan profesionalitas, integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan tugas pemasyarakatan.


Bapas Surakarta Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa FH Universitas Islam Batik tentang Narkotika



Surakarta — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta dalam rangka mengikuti kuliah umum mengenai narkotika. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk memahami persoalan penyalahgunaan narkotika sekaligus mengenal lebih dekat peran dan tugas dan fungsi Bapas dalam sistem pemasyarakatan.

Kegiatan diikuti oleh 20 mahasiswa dan dibuka oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro. Dalam sambutannya, Unggul menyampaikan bahwa pemahaman mengenai narkotika tidak hanya penting dari perspektif hukum, tetapi juga perlu melihat aspek sosial serta proses pendampingan dan pembimbingan terhadap individu yang berhadapan dengan hukum.

“Mahasiswa hukum perlu memahami bahwa persoalan narkotika tidak berhenti pada proses penegakan hukum. Ada aspek pendampingan, pembimbingan, pengawasan, serta upaya reintegrasi sosial yang menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan,” ujar Unggul.

Materi kuliah umum kemudian disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama Bapas Surakarta, Rizki Primanda dan Priyo Wibowo. Keduanya memberikan pemahaman mengenai narkotika dari perspektif pemasyarakatan, termasuk peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan Klien Pemasyarakatan.

Selain mendapatkan materi mengenai narkotika, para mahasiswa juga diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Bapas, mulai dari pembuatan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), pendampingan, pembimbingan, hingga pengawasan terhadap Klien. Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kontribusi Bapas dalam mendukung proses peradilan dan reintegrasi sosial.

Kegiatan dipandu oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Surakarta, Miranti Nilasari, selaku moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan mendalami berbagai persoalan yang berkaitan dengan penanganan kasus narkotika serta pelaksanaan tugas Bapas.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga menghadirkan Klien Pemasyarakatan sebagai bagian dari sesi edukasi. Kehadiran Klien memberikan perspektif langsung mengenai pengalaman menjalani proses hukum serta pembimbingan di Bapas, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya dipahami dari sisi teori dan regulasi, tetapi juga melalui pengalaman nyata.

“Pengalaman Klien dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa bahwa di balik sebuah perkara terdapat proses panjang yang perlu dilihat secara utuh. Pendekatan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya memahami hukum dari sisi normatif, tetapi juga memahami aspek kemanusiaan dan sosial dalam pelaksanaannya,” kata Rizki.

Sementara itu, Priyo menekankan pentingnya peran Bapas dalam memastikan Klien mendapatkan pembimbingan dan pengawasan sesuai ketentuan, sekaligus memperoleh dukungan untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

Melalui kuliah umum tersebut, Bapas Surakarta terus membuka ruang kolaborasi edukatif dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa hukum mengenai sistem pemasyarakatan sekaligus memperkenalkan secara langsung peran strategis Bapas dalam mendukung proses peradilan, pembimbingan, pengawasan, dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Ikhtiar Spiritual di Tengah Musim Kemarau, Bapas Surakarta Gelar Salat Istisqa


Surakarta- Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar kegiatan ibadah Salat Istisqa dan doa bersama pada hari Senin, 21 September 2026. Agenda religius ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, keberkahan, serta kemudahan kepada Allah SWT. Selain itu, momentum tersebut juga dimanfaatkan oleh seluruh peserta untuk melakukan introspeksi diri, memohon ampunan, dan bertaubat atas segala kekhilafan.

Pelaksanaan ibadah ini melibatkan para pegawai, peserta MagangHub, serta klien pemasyarakatan dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan ketertiban. Keterlibatan klien dalam kegiatan keagamaan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian untuk membangun kesadaran spiritual yang lebih kuat. Melalui kegiatan ini, para klien didorong untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta berkomitmen melakukan perubahan positif dalam diri mereka.

Selain aspek ibadah, rangkaian kegiatan tersebut juga diintegrasikan secara langsung dengan edukasi pelestarian lingkungan hidup dan penghematan air. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas kantor serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab sosial dalam menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan air.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, aman, lancar, dan khidmat di bawah pengawasan ketat Pembimbing Kemasyarakatan. Kegiatan bersama ini sekaligus menjadi sarana efektif untuk mempererat kebersamaan, kepedulian sosial, serta silaturahmi antar-elemen di lingkungan Bapas Surakarta. Pihak instansi berharap pembinaan berkesinambungan ini mampu melahirkan individu yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.

Saturday, September 19, 2026

Tak Sekadar Magang, Peserta MagangHub Turut Rawat Green Farm Bapas Surakarta

 Surakarta – Semangat menjaga lingkungan tumbuh melalui kolaborasi. Pegawai Bapas Kelas I Surakarta bersama peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaksanakan piket dan perawatan Green Farm Bapas Kelas I Surakarta pada Sabtu (19/09).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan Green Farm tetap bersih, rapi, dan terawat. Tidak hanya menjalankan tugas piket, peserta MagangHub turut terlibat langsung dalam pemantauan serta perawatan area Green Farm.

Dengan pembagian tugas yang telah ditentukan, pegawai dan peserta magang bahu-membahu menjaga kebersihan, merapikan lingkungan, serta memastikan berbagai area Green Farm tetap dalam kondisi baik. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga mempererat interaksi antara pegawai dan peserta magang.

Bagi peserta MagangHub, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya kerja sama dalam menyelesaikan tugas.

Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, kegiatan piket di Green Farm menjadi ruang pembelajaran bagi peserta magang untuk mengenal budaya kerja secara langsung. Nilai-nilai kedisiplinan dan kepedulian pun dibangun melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.


Melalui pelaksanaan piket secara rutin dan terkoordinasi, Bapas Kelas I Surakarta terus berkomitmen menjaga Green Farm sebagai lingkungan yang bersih, tertata, dan terpelihara. Kolaborasi bersama peserta MagangHub juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang tertib, produktif, sekaligus sarat dengan semangat kebersamaan.

Friday, September 18, 2026

Bapas Surakarta Tetap Layani Masyarakat di Tengah Kebijakan Efisiensi



Surakarta
— Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat dan klien berjalan optimal pada Jumat (18/9/2026), di tengah penerapan kebijakan efisiensi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan tetap terselenggaranya seluruh layanan sesuai dengan tugas dan fungsi Bapas. Pelayanan diberikan secara tertib dengan tetap mengedepankan kualitas dan kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan pelayanan turut didukung oleh peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dari bagian fasilitatif. Selain itu, Bapas Surakarta juga melibatkan satu mahasiswa magang dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan dua mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Keterlibatan peserta magang tersebut membantu mendukung kelancaran aktivitas pelayanan dan administrasi di lingkungan Bapas Surakarta.

Di tengah penyesuaian pola kerja melalui Work From Home (WFH), pelaksanaan tugas substantif pemasyarakatan tetap berjalan. Para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) tetap melaksanakan tugas sesuai penugasan, termasuk penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas). Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan layanan substantif kepada klien tetap berlangsung sesuai kebutuhan.

Seluruh layanan yang menjadi tugas dan fungsi Bapas Surakarta tetap diberikan kepada masyarakat dan klien. Pelayanan administrasi maupun layanan substantif dilaksanakan dengan memperhatikan ketertiban, ketepatan, serta standar pelayanan yang berlaku. Dengan dukungan seluruh jajaran, pelayanan tetap berjalan secara optimal tanpa mengalami gangguan meskipun terdapat kebijakan efisiensi.

Bapas Kelas I Surakarta terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik dalam setiap kondisi. Efisiensi diterapkan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Melalui sinergi antara pegawai, peserta MagangHub, dan mahasiswa magang, pelayanan kepada masyarakat dan klien tetap berjalan secara prima.


Thursday, September 17, 2026

Jaga Konsistensi Pelayanan, Bapas Kelas I Surakarta Gelar Piket Rutin di MPP Karanganyar

 


​Karanganyar — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta kembali menyiagakan personelnya dalam agenda piket rutin di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Karanganyar pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan berkala ini terus dijalankan guna memastikan akses informasi dan pelayanan pemasyarakatan bagi masyarakat tetap berjalan tertib, lancar, serta transparan.


​Dalam penugasan harian tersebut, petugas beserta peserta magang Bapas Surakarta secara aktif mendampingi dan memberikan petunjuk layanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain melayani warga, personel piket juga secara konsisten menyusun jurnal laporan harian sebagai bentuk akuntabilitas dan kerapian administrasi.


​Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa keterlibatan jajarannya di MPP Karanganyar merupakan wujud komitmen pelayanan publik yang berkelanjutan. Ia berpesan agar seluruh petugas piket senantiasa mempertahankan kedisiplinan, ketelitian, serta ketanggapan dalam menjalankan tugas harian.


Dukung Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Publik, Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Pedoman Evaluasi Kebijakan

 

Surakarta– Dalam upaya mewujudkan tata kelola kebijakan publik yang berkualitas, responsif, dan berbasis bukti, Pusat Strategi Kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ikuti kegiatan Sosialisasi Pedoman Analisis dan Evaluasi Kebijakan pada Kamis (17/9/2026).


Kegiatan ini secara resmi mengenalkan berlakunya Pedoman Analisis dan Evaluasi Kebijakan Nomor M.IP-32.PR.02.01 Tahun 2026, yang merupakan pedoman teknis turunan dari Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Permenimipas) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Kebijakan Publik.


Sosialisasi ini bertujuan untuk menilai kinerja peraturan di bawah Undang-Undang secara sistematis. Hasil dari evaluasi regulasi ex-post ini menjadi elemen kunci dalam mengukur Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) serta penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) di lingkungan kementerian.


Pelaksanaan evaluasi dilakukan menggunakan metode pendekatan 6 (enam) dimensi utama, yang meliputi:

1. Dimensi Pancasila

2. Ketepatan Jenis Peraturan Perundang-undangan

3. Potensi Disharmoni Pengaturan

4. Kejelasan Rumusan

5. Kesesuaian Norma dengan Asas Materi Muatan

6. Efektivitas Pelaksanaan


Dari hasil evaluasi 6 dimensi tersebut, akan dihasilkan tiga kategori rekomendasi tindak lanjut utama, yaitu meneruskan, mengubah, atau mencabut peraturan. Rekomendasi tersebut selanjutnya dapat dieksekusi melalui langkah regulatif (perubahan aturan) maupun non-regulatif, seperti sosialisasi dan penguatan program.


Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pemahaman atas pedoman ini sangat penting untuk mendukung operasional dan akuntabilitas di tingkat satuan kerja. "Pemahaman pedoman evaluasi kebijakan ini sangat relevan untuk menunjang kelancaran administrasi Bapas Kelas I Surakarta, khususnya dalam memastikan penyusunan laporan harian, pengelolaan keuangan, dan pengisian aplikasi e-Monev dilakukan secara akuntabel serta sejalan dengan arahan pusat," jelas Unggul.


Sebagai tindak lanjut, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus memantau efektivitas regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) internal, serta menyebarluaskan materi evaluasi kebijakan ini kepada seluruh petugas di lingkungan Bapas Surakarta.